بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Perang Jamal
Sejarah Terjadinya Perang JamalPerang Jamal
Sebelum membahas tentang tragedi jamal, alangkah baiknya kita mengetahui apa yang dikatakan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- jauh hari ketika beliau masih hidup tentang akan terjadinya tragedi itu. dan para ulama telah banyak menjelaskan tentang hal itu.
Diantaranya sabda Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- :
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ دَعْوَاهُمَا وَاحِدَةٌ
Artinya : "Tidaklah terjadi kiamat itu sampai berperangnya dua kelompok besar dan dakwa (seruan) mereka satu." (HR Bukhori dan Muslim)
Itulah salah satu tanda kecil kiamat kubro yang diprediksikan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam-, bahwa akan terjadi peperangan antara 2 kelompok muslim. dan itu terjadi pada perang jamal dan perang siffin.
- Terjadinya Perang Jamal.
Ketika amirulmukminin Utsman bin Affan terbunuh, keesokan harinya, orang-orang mendatangi Ali bin Abi Tholib untuk membaiatnya menjadi khalifah. akan tetapi Ali menolaknya. Ali berkata : sampai berkumpulnya manusia. kemudian berkumpullah orang-orang, diantaranya Thalhah dan Az-Zubair. mereka membaiat Ali sebagai kholifah.
Diriwayatkan bahwa Thalhah dan Az-Zubair meminta izin dari Ali untuk pergi umrah. dan ketika itu juga istri-istri Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- baru menjalankan umrah dan kemudian tinggal dimekkah karena terjadinya fitnah sampai terbunuhnya Utsman -rodhiallahu 'anhu-. kemudian Thalhah dan Az-Zubair menemui 'Aisyah untuk dimintai pendapat mengenai hak atas darah Utsman. maka 'Aisyah setuju untuk menuntut hak pembalasan bagi para pembunuh Utsman.
Kemudian datang Ya'la bin Umayyah dari Yaman ke mekkah, dia adalah orang yang diangkat Utsman sebagai wakilnya di Yaman. dan mereka sepakat untuk pergi ke Basrah guna menuntut pembalasan atas para pembunuh Utsman. 'Aisyah, Thalhah, Az-Zubair dan Ya'la dan 1000 pengadara kuda yang lain pergi ke Basrah. dan menyusul mereka 2000 orang lagi. 'Aisyah menaiki onta yang diberi nama Askar yang ditelakkan diatasnya seperti rumah-rumahan.
Suatu ketika mereka berhenti disalah satu sumber air milik Bani 'Amir. kemudian 'Aisyah mendengar lolongan suara anjing. 'Aisyah bertanya kepada salah seorang dari mereka : telah sampai manakah kita? maka dijawabnya : kita telah sampai "Jauab". setelah mendengarnya 'Aisyah berkata : lebih baik kita kembali. orang-orang berkata : bagaimana anda kembali sedangkan menyetujui utk pergi kebasrah. dan semua orang berharap agar anda dapat menyelesaikan masalah yang terjadi diantara kita.
'Aisyah tetap bersikeras meminta semuanya untuk kembali. ditanya kenapa ingin kembali? 'Aisyah menjawab : Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- pernah menyampaikan kepada para istrinya bahwa salah satu dari kita akan pergi dan menjadi peserta dalam perang jamal. keluar dan sebagai tandanya adalah lolongan suara anjing disumur "jauab" yang akan terbunuh dikanan dan kirinya banyak orang.
Diriwayatkan bahwa Ali telah pergi bersama 900 penunggang kuda lainnya. Ali ingin meminta pertanggung jawaban Thalhah dan Az-Zubair karena mereka telah membaiatnya akan tetapi sekarang malah pergi tanpa persetujuan darinya.
Diriwayatkan sebelum dimulainya peperangan, Ali menemui Az-Zubair dan berkata : aku bersumpah kepada Allah, apakah kamu tidak ingat ketika Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berkata kepadamu bahwa suatu ketika kamu akan memerangi Ali sedangkan kamu dalam posisi yang salah (dholim). Az-Zubair berkata : aku lupa sejak dikatakan seperti itu. maka aku sekarang tidak akan memerangimu. Az-Zubair kemudian pergi dan tidak ikut dalam peperangan.
Abu bakrah pernah ditanya : kenapa anda tidak ikut pergi ketika orang pada pergi? beliau berkata : aku pernah mendengar Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : "akan keluar sekelompok kaum yang akan binasa yang pemimpinnya adalah perempuan disurga."
Hudzifah bin Al-Yaman berkata : bagaimana kalian suatu ketika akan membiarkan orang-orang diantara kalian akan saling membunuh dalam dua kelompok? orang-orang bertanya : wahai abu abdillah, apa saran anda jika kami ada ketika itu? Hudzifah berkata : lihatlah kepada kelompok orang yang membela Ali, karena sesungguhnya mereka diatas kebenaran.
Kesimpulan :
Perang jamal terjadi sebagai akibat dari perbedaan pendapat orang-orang pada masa itu tentang penuntutan balas atas terbunuhnya Utsman dan pendapat Ali yang lebih mendahulukan untuk menata kembali negara yang telah berpecah setelah terjadinya fitnah.
Para Ulama sepakat bahwa Ali berada pada posisi yang benar. akan tetapi telah banyak riwayat yang meriwayatkan bahwa Aisyah dan para sahabat lainnya yang menentang Ali telah bertaubat setelah itu. dan para ulama melarang kita untuk menyalahkan salah satu dari mereka karena mereka adalah para sahabat Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- dan mereka telah bertaubat. dan karena sulitnya keadaan waktu itu, karena fitnah sedang menyebar diantara mereka.
sumber :
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Sunahnya Puasa Bulan Sya'banBulan Sya'ban adalah salah satu bulan pada penanggalan hijriyah, bulan sebelum bulan Ramadhan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- menyukai berpuasa pada bulan sya'ban sampai dikatakan bahwa beliau puasa pada seluruh bulan atau berpuasa sebulan sya'ban penuh kecuali beberapa hari saja.
Hadist dari 'Aisyah -rodhiyallahu 'anha- berkata :
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إلَّا شَهْرَ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ
Artinya : "Aku tidak pernah melihat Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berpuasa sebulan penuh kecuali bulan ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa pada suatu bulan kecuali pada bulan sya'ban." (HR Bukhori dan Muslim)
Dan pada riwayat lain dari keduanya (Bukhori dan Muslim) dikatakan :
لَمْ يَكُنْ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُهُ كُلَّهُ
Artinya : "Beliau belum berpuasa pada bulan-bulan lain sebanyak bulan sya'ban, sesungguhnya beliau berpuasa pada bulan itu secara penuh."
Pada shohih Muslim dikatakan :
كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ إلَّا قَلِيلًا
Artinya : "Beliau berpuasa pada bulan sya'ban kecuali beberapa hari."
Dan dari At-Tirmidzi dikatakan :
كَانَ يَصُومُهُ إلَّا قَلِيلًا بَلْ كَانَ يَصُومُهُ كُلَّهُ
Artinya : "Beliau berpuasa pada bulan tersebut kecuali beberapa hari, bahkan beliau berpuasa penuh."
Dan dari Abu Daud dikatakan :
كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ
Artinya : "Bulan yang disukai Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- untuk berpuasa adalah bulan Sya'ban kemudian menyambungnya pada ramadhan."
Maksud berpuasa "penuh" pada bulan sya'ban adalah sebagian hari pada bulan tersebut. pada hadist "sesungguhnya beliau berpuasa pada bulan itu secara penuh" ditafsirkan dengan hadist "Beliau berpuasa pada bulan tersebut kecuali beberapa hari" atau dengan hadist "Aku tidak pernah melihat Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berpuasa sebulan penuh kecuali bulan ramadhan" bahwa beliau terkadang berpuasa penuh, terkadang beliau berpuasa penuh kecuali beberapa hari, terkadang juga beliau berpuasa setengah bulan saja.
Hikmah perbedaan lafadz-lafadz hadist diatas pada perbuatan Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- adalah agar puasa pada bulan sya'ban tidak dikira sebagai puasa wajib.
Jumhur (kebanyakan) ulama fiqh memandang bahwa puasa pada bulan sya'ban adalah sunnah dengan dasar hadist 'Aisyah diatas.
sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar